4 Prajurit TNI Diduga Terlibat Kasus Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Terancam Pasal Penganiayaan

8 hours ago 8

loading...

Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyatakan empat prajurit yang diduga terlibat kasus penyiraman air keras terhadap aktivitas KontraS, Andrie Yunus terancam pasal penganiayaan. Foto/Danandaya Aria Putra

JAKARTA - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengaku telah menerima empat prajurit yang diserahkan langsung oleh Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) pada Rabu pagi (16/3/2026). Mereka diserahkan ke Puspom TNI atas dugaan keterlibatannya dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivitas KontraS, Andrie Yunus.

Dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyebut pelaku terancam dijerat pasal penganiayaan. Hukumnya paling berat kurungan penjara 7 tahun.

Baca juga: 4 Prajurit Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras Ditangkap Puspom TNI

"Terhadap para empat terduga pelaku ini sementara kita menerapkan Pasal 467 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, di situ ada ayat 1, ayat 2, di mana ancaman hukumannya juga sudah tertuang di situ, ada yang 4 tahun, ada yang 7 tahun," kata Yusri, Rabu (18/3/2026).

Ia menegaskan penyidik Puspom TNI saat ini masih mendalami motif empat prajurit tersebut melakukan penyerang kepada Andrie Yunus. Nantinya jika telah ditemukan alat bukti kuat dalam kasus itu, Puspom akan menetapkan mereka sebagai tersangka.

"Jadi kan kalau dalam peradilan itu kan ada asas praduga tak bersalah ya, jadi itu kita terapkan. Tapi kalau memang nanti dia memang betul sebagai pelakunya ya, dia akan ditetapkan sebagai tersangka," ucap dia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |