loading...
Amerika Serikat telah tembakkan lebih dari 850 rudal Tomahawk dalam 4 minggu selama perangnya melawan Iran. Foto/US Navy
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) sudah menembakkan lebih dari 850 rudal Tomahawk dalam empat minggu selama perangnya melawan Iran. Laju penembakan ini membuat para pejabat Pentagon khawatir karena hanya beberapa ratus rudal Tomahawk yang diproduksi setiap tahun.
Mengutip laporan dari The Washington Post, Sabtu (28/6/2026), para pejabat tersebut sedang berdiskusi tentang bagaimana meningkatkan jumlah rudal Tomahawk.
Baca Juga: Eks Bos MI6 Inggris: Iran Lebih Tangguh dalam Perang Melawan AS-Israel daripada yang Diperkirakan
Menurut laporan itu, pembuatan sebuah rudal Tomahawk idealnya dapat memakan waktu hingga dua tahun, dengan biaya USD3,6 juta per unit. Terlebih lagi, anggaran tahun lalu hanya mencakup 57 unit.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan bahwa jumlah rudal Tomahawk di Timur Tengah "sangat rendah", pejabat lain mengatakan bahwa jika tidak ada intervensi, AS dapat segera kehabisan rudal di wilayah tersebut.
Para pejabat AS mengatakan kepada The Washington Post bahwa diskusi sedang berlangsung tentang apakah akan mendatangkan rudal dari bagian lain dunia atau membangun lebih banyak rudal.
















































