loading...
Thailand menjadi negara sakit di Asia. Foto/X
BANGKOK - Pada akhir tahun 1980-an, Thailand dipuji sebagai "macan Asia", mencatatkan pertumbuhan dua digit dan dipandang sebagai salah satu bintang yang sedang naik daun di kawasan ini.
Saat ini, kilau itu telah memudar. Selama lima tahun terakhir, konsumsi domestik, manufaktur, dan bahkan pariwisata - pilar pertumbuhan - semuanya melemah.
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
1. Ekonomi Berjalan Lambat
Akibatnya, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini telah berkembang dengan lambat sekitar 2%, jauh tertinggal dari negara-negara tetangga di kawasan seperti Vietnam dan Indonesia.
Melansir BBC, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi bahwa pertumbuhan akan melambat lebih lanjut tahun ini menjadi hanya 1,6%, yang terlemah di antara ekonomi utama di kawasan ini.
Dari ekonomi yang lesu hingga tatanan dunia liberal yang sedang runtuh - pemerintah baru negara ini akan menghadapi serangkaian tantangan yang berbeda.
Memastikan pertumbuhan PDB yang berkelanjutan harus menjadi salah satu prioritas utamanya, kata ekonom Juthathip Jongwanich dari Universitas Thammasat, dilansir BBC.
Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini telah berkembang dengan lambat sekitar 2%, jauh tertinggal dari negara-negara tetangga di kawasan seperti Vietnam dan Indonesia.
















































