Biji-bijian Tumbuh Pesat Saat Mendengar Suara Hujan

6 hours ago 13

loading...

TOKYO - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa biji dapat 'merasakan' suara hujan dan bereaksi dengan 'bangun' dari keadaan dormansi untuk mempercepat proses perkecambahan.

Penemuan ini memberikan bukti langsung pertama bahwa tumbuhan dapat merasakan dan merespons suara alam – sebuah kemampuan yang sebelumnya belum terbukti, menurutScienceAlertpada tanggal 4-5 Mei.

Dalam percobaan tersebut, para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) merendam hampir 8.000 butir beras dalam baskom berisi air dangkal dan mensimulasikan suara hujan dengan menjatuhkan tetesan air dari berbagai ketinggian selama periode enam hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji yang terpapar getaran dari tetesan hujan berkecambah hingga 37% lebih cepat daripada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa energi dari suara, yang pada dasarnya berupa getaran mekanis, dapat memicu perkembangan biji.

Meskipun tumbuhan tidak memiliki telinga seperti manusia, mereka tetap dapat merasakan getaran.

Para ilmuwanpercaya bahwa mekanisme ini melibatkan statolit—struktur kecil di dalam sel tumbuhan yang membantu merasakan gravitasi.

Ketika tetesan hujan jatuh, gelombang suara yang merambat melalui air dan tanah dapat menggetarkan statolit ini, sehingga memicu sinyal biologis yang mendorong partikel-partikel tersebut untuk "bangun" dari keadaan tidak aktifnya.

Efek ini lebih kuat pada biji yang terletak di dekat permukaan, di mana getaran dari tetesan air lebih terasa. Ini bisa menjadi keuntungan evolusioner, karena biji yang ditabur di dekat tanah memiliki tingkat perkecambahan yang lebih tinggi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |