loading...
CEO Indodax, William Sutanto. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 guna memperkuat pemahaman masyarakat terhadap aset digital. Program yang berlangsung sepanjang April hingga Mei ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran influencer dalam edukasi kripto.
Seiring meningkatnya konsumsi informasi digital, influencer dan konten kreator dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap aset kripto, sekaligus menjadi jembatan penyampaian informasi yang kompleks kepada masyarakat luas.
"Platform seperti Instagram, YouTube, Twitter, dan lainnya banyak dimanfaatkan oleh para influencer untuk menyampaikan informasi, yang sekaligus menjadi bagian dari aktivitas edukasi dan pemasaran," ujar CEO Indodax, William Sutanto dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Indodax Catatkan Proof of Reserves Senilai Rp18 Triliun
Ia menilai kontribusi influencer selama ini cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan industri kripto di Indonesia, terutama dalam menyederhanakan informasi teknis agar lebih mudah dipahami masyarakat. Tanpa peran tersebut, menurutnya, perkembangan ekosistem kripto tidak akan sepesat saat ini.
Meski demikian, William menekankan perlunya standar dan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas influencer, terutama terkait potensi penyebaran misinformasi maupun praktik yang merugikan publik. Ia menyoroti keberadaan akun anonim yang dinilai dapat memengaruhi opini publik tanpa akuntabilitas yang jelas.


















































