loading...
Nama PM Malaysia Anwar Ibrahim muncul dalam salah satu dokumen Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman AS. Foto/ Facebook Anwar Ibrahim
JAKARTA - Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat (AS) pekan lalu merilis jutaan berkas baru yang terkait dengan mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dokumen yang disebut sebagai "Epstein Files" atau "Berkas Epstein" itu memuat nama Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di dalamnya.
Jutaan berkas itu dirilis sebagai amanat dari undang-undang AS yang disahkan tahun lalu. Ada 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video yang dirilis.
Satu halaman tertentu, yang menunjukkan rangkaian email dari 22 Februari 2012 antara Epstein dan seorang individu yang identitasnya dirahasiakan oleh DOJ, menjadi berita utama di Malaysia karena menyebutkan PM Anwar Ibrahim.
Namun, email tersebut tidak ada hubungannya dengan pelanggaran seksual atau kunjungan ke pulau terkenal milik pelaku perdagangan seks tersebut. Sebaliknya, email tersebut berkaitan dengan politik, di mana orang yang identitasnya dirahasiakan tersebut membahas kemungkinan mengatur pertemuan pribadi antara orang lain bernama "Jes" dan Anwar.
Lebih lanjut, orang yang identitasnya dirahasiakan tersebut mengaku dekat dengan Anwar dan memuji Malaysia sebagai "tambang emas" bagi bank investasi AS; JP Morgan, jika Anwar menjadi PM.


















































