loading...
Fosil Berusia 250 Juta Tahun. FOTO/ SCIENCE ALERT
LONDON - Mamalia modern memiliki kemampuan pendengaran yang unik, mampu merasakan berbagai volume dan frekuensi menggunakan fitur telinga tengah, termasuk gendang telinga dan beberapa tulang kecil.
Sebuah studi baru dari para paleontolog di Universitas Chicago di AS telah mengungkapkan bahwa fitur-fitur fisik ini mulai muncul hampir 50 juta tahun lebih awal dari yang kita duga.
Mereka menemukan bukti tersebut dalam fosil nenek moyang mamalia berusia 250 juta tahun,Thrinaxodon liorhinus.
Dengan menggunakanpemindaian tomografi terkomputasi (CT scan)tengkorak dan rahang hewan tersebut, mereka membuat model 3D yang memungkinkan mereka untuk mensimulasikan bagaimana anatomiThrinaxodonmungkin bereaksi terhadap tekanan dan frekuensi suara yang berbeda, menggunakan perangkat lunak teknik untuk melihat bagaimana tulang-tulangnya 'bergetar' sebagai respons.
Thrinaxodonhidup pada periodeTrias Awal , sebelumdinosauruspertama muncul. Hewan ini termasuk dalam kelompokcynodont– kerabat dekat mamalia purba – dengan bentuk tubuh yang berada di antara kadal dan rubah.
Beberapa gennya mengikuti cetak biru yang sama dengan yang dimiliki mamalia modern saat ini, dan studi baru ini menunjukkan bahwa arsitektur pendengarannya juga merupakan sesuatu yang kita miliki bersama.
Cynodont purba memiliki tulang telinga – malleus, incus, dan stapes – yang melekat pada rahang mereka. Pada spesies selanjutnya, fragmen-fragmen kecil ini akhirnya terlepas dari rahang dan membentuk telinga tengah yang khas mamalia.
Sebelum adanya telinga tengah dan kemampuan pendengaran 'timpani' yang terkait dengannya, hewan mengandalkan suara yang dihantarkan melalui tulang, di mana saraf membawa sinyal dari getaran di tulang rahang ke otak.


















































