IKA ITS Jakarta Raya Rumuskan Kepemimpinan Naik Kelas di Era AI

8 hours ago 8

loading...

Youth Leadership Camp (YLC) 8 IKA ITS PW Jakarta Raya membahas insinyur di era AI yang tak hanya memiliki kecakapan teknis, namun naik kelas jadi value creator. Foto/Ist

JAKARTA - Youth Leadership Camp (YLC) 8 IKA ITS PW Jakarta Raya membahas insinyur di era kecerdasan artifisial (AI) yang tidak hanya memiliki kecakapan teknis. Forum ini mendorong lahirnya engineer yang mampu naik kelas menjadi value creator, manusia yang diperkuat teknologi, bukan tergantikan olehnya.

Dalam sesi utama bertajuk “From Engineer to Value Creator: Personal Branding & Leadership in the Age of AI”, pakar pemasaran Hermawan Kartajaya menjelaskan bahwa masa depan adalah milik mereka yang berbeda dan relevan. “Anda tidak perlu menjadi seseorang yang lebih baik, tidak perlu menjadi yang terbaik. Anda cukup menjadi seseorang yang berbeda,” ujarnya, dikutip Senin (16/2/2026).

Baca juga: Deretan Prodi Baru UI, ITB, IPB, Unpad, dan ITS di SNBP 2026, Peluang Lolos Lebih Besar

Menurut Hermawan, stagnasi banyak usaha kecil bukan disebabkan kurangnya modal, melainkan ketiadaan mental entrepreneur. Seorang entrepreneur, katanya, memiliki tiga karakter utama: mampu melihat peluang, berani mengambil risiko, dan aktif membangun kolaborasi.

Dalam kerangka entrepreneurial marketing, ia memperkenalkan dua simbol penting: PIPM (Productivity, Improvement, Professionalism, Management) dan CIEL (Creativity, Innovation, Entrepreneur, Leadership). Jika PIPM adalah fondasi manajerial, maka CIEL adalah jiwa kepemimpinan berbasis kreativitas dan inovasi.

Read Entire Article
Prestasi | | | |