Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Iduladha 2026 pada 17 Mei

4 hours ago 15

loading...

Sejumlah jamaah muslim melaksanakan Sholat Idul Fitri 1444 Hijriah di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (22/4/2023). Foto: Aldhi Candra

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang isbat itu juga bakal mengumumkan kapan Hari Raya IdulAdha 1447 Hijriyah.

“Sidang ini juga akan mengumumkan kapan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Dia menambahkan, sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta. Sidang tersebut menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Baca juga: 81 Jemaah Haji Periksa Kesehatan saat Tiba di Bandara Madinah, 10 Lainnya Dirujuk ke RS

“Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang komprehensif.

Dia menambahkan, data hisab memberikan gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. “Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” imbuhnya.

Adapun rangkaian sidang isbat bakal diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar ini disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik.

Panitia juga bakal menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia. “Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan data awal yang dipaparkan dalam rapat persiapan, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H secara hisab telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. “Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi kriteria imkan rukyat,” ujar dia.

Kendati demikian, kata dia, data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi dasar penetapan resmi. “Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah,” pungkasnya.

(rca)

Read Entire Article
Prestasi | | | |