Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa

10 hours ago 13

loading...

Ekspor magnet permanen tanah jarang China ke Amerika Serikat terus mengalami penurunan selama tujuh bulan berturut-turut. FOTO/dok.SindoNews

BEIJING - Ekspor magnet permanen tanah jarang China ke Amerika Serikat terus mengalami penurunan selama tujuh bulan berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan kontrol ekspor. Kondisi ini terjadi ketika permintaan global tetap tinggi, terutama dari kawasan Eropa.

"Penurunan ekspor ke Amerika Serikat mencerminkan perubahan struktur perdagangan global akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan kontrol ekspor yang semakin ketat," demikian laporan data Administrasi Umum Kepabeanan China dikutip SCMP, Sabtu (21/3/2026).

Baca Juga: Kelola Logam Tanah Jarang, Danantara Bentuk Perminas jadi BUMN Baru

Secara keseluruhan, ekspor magnet permanen China justru meningkat 8,2 persen secara tahunan pada Januari–Februari 2026 menjadi 10.763 ton metrik. Namun, kenaikan ini tidak merata karena terjadi pergeseran signifikan tujuan ekspor.

Pengiriman ke Amerika Serikat tercatat turun 22,5 persen menjadi 994 ton, sehingga negara tersebut kini hanya menyumbang sekitar 9,2 persen dari total ekspor magnet China. Posisi AS sebagai tujuan ekspor pun turun ke peringkat ketiga, di bawah Jerman dan Korea Selatan.

Sebaliknya, Uni Eropa mencatat lonjakan impor hingga 28,4 persen menjadi 4.775 ton, dengan pangsa mencapai 44,4 persen dari total ekspor China. Selain itu, ekspor ke Jepang juga meningkat 9,5 persen meski tetap dibayangi pembatasan pengiriman.

Read Entire Article
Prestasi | | | |