Konflik Venezuela Tak Cukup Kuat Dongkrak Harga Minyak Dunia

1 month ago 18

loading...

Konflik Venezuela dengan Amerika Serikat (AS) dinilai belum memiliki kekuatan yang cukup besar untuk mendorong kenaikan harga minyak dunia. Foto/Dok

JAKARTA - Konflik Venezuela dengan Amerika Serikat (AS) dinilai belum memiliki kekuatan yang cukup besar untuk mendorong kenaikan harga minyak dunia , baik dalam jangka pendek maupun menengah. Pengamat Energi sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menjelaskan, faktor utama penentu harga minyak global adalah keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Dalam konteks Venezuela, gangguan pasokan yang mungkin terjadi dinilai terlalu kecil dibandingkan kondisi pasar minyak global saat ini. Baca Juga: Dirjen Migas soal Imbas Kudeta AS ke Venezuela: Sumber Minyak Kita Bukan dari Sana!

"Produksi minyak Venezuela hanya sekitar 1 juta barel per hari, atau sekitar 1 persen dari produksi minyak dunia. Sementara itu, pasar minyak global masih mengalami surplus sekitar 3 juta barel per hari," ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Selasa (6/1/2025).

Dengan kondisi tersebut, menurut Fabby, kalaupun nanti semisal konflik berujung pada pembatasan ekspor atau penurunan produksi minyak Venezuela, dampaknya terhadap harga minyak global akan sangat terbatas.

"Kalau pasokan turun 1 juta barel per hari tapi masih ada surplus 3 juta barel, secara teori harga tidak akan terdorong naik signifikan," jelasnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |