Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah

4 hours ago 11

loading...

Kunci fisik mulai kalah saing dari sensor sidik jari dan kata sandi digital, seiring makin banyak rumah kota besar beralih ke sistem keamanan pintar. Foto: PT Datascrip

JAKARTA - Anak kunci fisik kehilangan tempat di rumah-rumah kota besar, digantikan sensor sidik jari dan kata sandi digital.

Rumah tangga perkotaan sedang mengubah kebiasaan lama. Selama puluhan tahun, anak kunci adalah simbol utama keamanan rumah. Perannya kini pelan-pelan diambil alih sensor sidik jari, kata sandi, hingga pengenalan wajah.

Pergeseran ini beriringan dengan meluasnya ekosistem rumah pintar di Indonesia.

Lampu, kulkas, robot vacuum dan mop, kamera CCTV, sampai kendaraan listrik kini lazim terhubung ke wifi dan smartphone. Pintu rumah jadi salah satu titik terakhir yang belum sepenuhnya masuk ekosistem itu.

Sistem kunci konvensional punya keterbatasan yang selama ini dianggap wajar: kunci bisa diduplikasi tanpa sepengetahuan pemilik rumah, tidak ada riwayat siapa saja yang keluar masuk, dan kunci hilang berarti seluruh sistem penguncian harus diganti.

Menjawab keterbatasan itu, PT Datascrip resmi memasarkan dua digital door lock baru bermerek Secure — Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1.

Alasan Datascrip Masuk ke Digital Lock

Bobby Ivan, Business Unit Director PT Datascrip, menyebut kebutuhan keamanan rumah tangga sudah bergeser dari sekadar kunci dan gembok menuju kemudahan akses yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

"Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap keamanan hunian terus berkembang seiring perubahan gaya hidup yang semakin dinamis. Keamanan rumah kini tidak lagi hanya identik dengan kunci dan gembok, tetapi juga kemudahan akses dan kenyamanan yang terintegrasi dengan kehidupan masa kini," ungkapnya.

Melalui Secure Eazy Lock E1 dan Secure Premium Lock L1, Bobby menyebut bahwa ingin menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat standar baru dalam perkembangan smart home di Indonesia.

Pasar Digital Lock Tumbuh Dua Digit Setiap Tahun

Nilai pasar smart lock dunia tercatat USD 3,17 miliar atau setara Rp56,74 triliun pada 2025, diproyeksikan naik menjadi USD 13,52 miliar atau Rp242 triliun pada 2035. Pertumbuhan tahunan gabungannya (CAGR) mencapai 15,58 persen sepanjang 2026–2035.

Asia Pasifik jadi motor pertumbuhan tercepat, dengan proyeksi CAGR 16,25 persen pada periode yang sama, didorong urbanisasi dan naiknya pendapatan per kapita di China, India, Jepang, dan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |