loading...
Diskusi interaktif bertajuk Betawi Revolusi Coffee Club BROV (BCC) dengan tema Anak Muda Betawi Bisa Apa? di Jakarta Selatan. FOTO/IST
JAKARTA - Masa depan masyarakat Betawi harus dibangun melalui langkah strategis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Di tengah percepatan transformasi Jakarta sebagai kota global, konsolidasi internal dan adaptasi terhadap teknologi menjadi kebutuhan mendesak.
Hal ini menjadi fokus diskusi interaktif bertajuk Betawi Revolusi Coffee Club "BROV (BCC)" dengan tema "Anak Muda Betawi Bisa Apa?" di Jakarta Selatan. Acara yang digelar Majelis Kaum Betawi (MKB), lembaga adat yang menjadi pusat konsolidasi dan representasi masyarakat Betawi, bersama Generasi Muda Betawi ini menghadirkan tokoh Betawi Aziz Khofia dan seniman Betawi Iwan Aswan, serta dimeriahkan penampilan stand-up comedy dan dihadiri berbagai elemen muda Betawi.
Dua agenda utama dalam kerangka Revolusi Betawi menjadi fokus, yakni penguatan Majelis Kaum Betawi (MKB) sebagai pusat konsolidasi dan percepatan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing dan relevansi budaya Betawi di era modern.
"Betawi merupakan suku tertua di Indonesia. Agar warisan budaya Betawi terjaga dari generasi ke generasi, dibutuhkan wadah seperti Majelis Kaum Betawi," kata Bang Iwan Aswan.
MKB dipandang sebagai elemen sentral dalam membangun soliditas masyarakat Betawi. Penguatan peran dan fungsi MKB diperlukan untuk memastikan berbagai organisasi, tokoh, dan elemen masyarakat dapat bergerak dalam satu arah yang terkoordinasi.












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508533/original/003844400_1771578128-Christina_Dietze.jpg)





































