Punya Senjata Canggih dan Taktik Baru, Doktrin Militer Iran Berubah dari Defensif ke Ofensif

6 hours ago 7

loading...

Punya senjata canggih dan taktik baru, doktrin militer Iran berubah dari defensi ke ofensif. Foto/X

TEHERAN - Seorang komandan senior Iran Khatam al-Anbiya mengatakan doktrin militer Republik Islam bergeser dari posisi defensif ke ofensif, karena angkatan bersenjata memperkenalkan persenjataan yang lebih canggih dan taktik baru dalam serangan balasan tanpa henti yang menargetkan kepentingan AS dan Israel.

Dalam sebuah pesan pada hari Minggu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando operasional tertinggi Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi mengumumkan bahwa pergeseran strategi militer negara itu bertujuan untuk mengganggu perhitungan musuh dengan pengerahan persenjataan canggih baru.

Menurut Jenderal Abdollahi, perubahan ini bukan sekadar teori, tetapi mencakup perombakan komprehensif taktik medan perang untuk menyesuaikan dengan strategi ofensif baru.

Ia juga menekankan bahwa angkatan bersenjata semakin memanfaatkan bakat para ilmuwan muda yang termotivasi dan bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan peralatan dan persenjataan mutakhir. Komandan tersebut juga mencatat bahwa potensi dampak dari kemajuan ini tidak luput dari perhatian musuh.

“Musuh-musuh kriminal Iran telah memahami beberapa aspeknya di medan perang,” katanya dilansir Press TV. Dia mencatat bahwa kemampuan militer baru tersebut telah memengaruhi operasi dan perencanaan strategis musuh.

Abdollahi lebih lanjut menegaskan bahwa periode transformasi ini hanyalah permulaan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |