loading...
Pemantauan hilal. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA - Kriteria MABIMS dalam menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah kembali jadi sorotan jelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Bagaimana sejarah kriteria yang disepakati MABIMS tersebut?
Dalam menentukan awal bulan Syawal 1447 H, Kementerian Agama (Kemenag) juga berpedoman pada kesepakatan negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sebagai rujukan bersama dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah secara lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kriteria MABIMS ini menjadi acuan dalam penentuan awal bulan kamariah di kawasan Asia Tenggara yang telah mengalami penguatan seiring perkembangan ilmu falak dan astronomi modern.
Baca Juga: Lebaran Besok atau Lusa? Kemenag Putuskan 1 Syawal 1447 H setelah Sidang Isbat Hari Ini
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat menjelaskan, kerja sama regional melalui forum MABIMS telah berlangsung sejak lama sebagai upaya menyatukan pendekatan penentuan awal bulan hijriah di kawasan.
"Sejak 1992, negara-negara anggota MABIMS menggunakan kriteria imkanur rukyat dengan parameter 2–3–8 sebagai acuan dalam menilai visibilitas hilal," ujar Arsad dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/3/2026).
















































