Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Biaya Pendidikan, PDIP: Tamparan Keras bagi Pemerintah

3 hours ago 3

loading...

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya siswa SD di Ngada, NTT yang diduga bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah. Foto: Ilustrasi/Dok Sindonews

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP MY Esti Wijayati menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah. Kejadian tragis ini menjadi pukulan keras bagi nurani dan rasa kemanusiaan kita bersama.

Dia menegaskan peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa melainkan peringatan serius bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Baca juga: Selly DPR: Siswa Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku Potret Nyata Kemiskinan Struktural

“Ini adalah tamparan keras bagi kita semua. Seorang anak SD kehilangan nyawanya bukan karena perang atau bencana alam melainkan karena ketidakmampuan membeli alat tulis. Ini sungguh tidak dapat diterima dalam negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan hak atas pendidikan,” ujar MY Esti, Rabu (4/2/2026).

Dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas masih adanya anak-anak Indonesia yang mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan dasar akibat faktor ekonomi. Padahal, pendidikan adalah hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dijamin sepenuhnya oleh negara tanpa terkecuali.

Read Entire Article
Prestasi | | | |