Urusan Senjata Nuklir Dipastikan Ilmuwan Yahudi Kalah Jauh dari Iran

3 hours ago 3

loading...

Rudal Pencegat Iran Pakai Mesin Motor 4 Silinder. FOTO/ DAILY

TEHERAN - Tokoh konservatif Iran, Mohammad Javad Larijani, mengungkapkan bahwa negaranya memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bom nuklir dalam waktu kurang dari dua minggu, tetapi memilih untuk tidak melakukannya.

Larijani, mantan diplomat dan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada fatwa Khamenei yang melarang penggunaan senjata nuklir, berdasarkan hukum Syiah yang kuat.

Ia mengatakan Iran telah mengembangkan doktrin baru yang menekankan 'kemampuan tanpa penggunaan', sebuah pendekatan yang memungkinkan negara tersebut mempertahankan pencegahan tanpa melanggar prinsip-prinsip agama.

Namun, ia mengkritik keras kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA), menuduh doktrin diplomasi tersebut menyebabkan Iran "kehilangan keberanian dan menjadi mangsa tekanan Barat."

"Kesepakatan itu tampaknya mengorbankan sebagian hak kami demi melindungi hak orang lain," ujarnya dalam sebuah konferensi tentang pemikiran Khamenei pada hari Sabtu.

Pernyataan Larijani dianggap mencerminkan sikap Teheran, yang seringkali menyeimbangkan penguasaan teknologi nuklir dengan desakan agar program tersebut tetap damai.

Namun, para analis internasional menilai bahwa sikap 'mampu tetapi enggan' ini menciptakan ruang bagi interpretasi strategis yang dapat digunakan sebagai tekanan diplomatik terhadap kekuatan-kekuatan Barat.

(wbs)

Read Entire Article
Prestasi | | | |