2 Miliar Warga Asia Selatan Terdampak Perang di Timur Tengah

12 hours ago 17

loading...

Sajida Jibran adalah pekerja rumah tangga berusia 45 tahun di Karachi, kota pesisir di wilayah selatan Pakistan. Foto/al jazeera

ISLAMABAD - India, Pakistan, Bangladesh, dan Nepal secara keseluruhan merupakan rumah bagi hampir dua miliar penduduk, atau sekitar 23 persen dari populasi dunia. Bahkan sebelum perang yang melibatkan Iran terjadi, kawasan ini sangat bergantung pada impor energi, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Teluk.

Namun, tingkat dan sifat ketergantungan masing-masing negara Asia Selatan terhadap pasokan dari Teluk dan Selat Hormuz sangatlah beragam.

Kini, mereka semua merasakan dampak dari perang yang berkepanjangan dan meluas ini, seiring dengan semakin terhambatnya berbagai jalur pasokan.

Ketergantungan Asia Selatan pada Energi dari Teluk

India mengimpor sekitar 85 persen minyak mentah yang dikonsumsinya—menjadikannya importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia.

Sebelum perang, negara-negara produsen di Teluk—termasuk Irak, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait—merupakan pemasok utama bagi India, sementara Qatar menjadi sumber utama gas alam cair (LNG).

India memiliki jaringan pasokan yang lebih beragam dibandingkan negara-negara tetangganya di Asia Selatan, dengan pasokan minyak mentah yang juga datang dari Rusia, Afrika, dan benua Amerika.

Pakistan juga sangat bergantung pada impor energi, khususnya minyak mentah, produk olahan minyak bumi, dan LNG. Arab Saudi, UEA, dan Kuwait selama ini menjadi pemasok minyak penting, sementara Qatar merupakan penyedia utama LNG untuk jangka panjang.

Bangladesh memproduksi gas alam di dalam negeri, namun semakin bergantung pada impor LNG karena produksi lokal kesulitan memenuhi permintaan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |