loading...
Seorang bayi, yang mengalami luka serius setelah serangan 2 rudal Israel menghantam tenda di Al-Mawasi, Khan Yunis, menerima perawatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza, Palestina pada 5 Juni 2026. Foto/Khalil Ramzi Alkahlut/Anadolu Agency
JALUR GAZA - Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan lebih dari 21.500 anak, termasuk 1.022 bayi, telah tewas sejak perang genosida di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023. Pernyataan itu muncul ketika konflik mencapai hari ke-1.000.
Berbagai organisasi internasional terus memperingatkan tentang memburuknya krisis kemanusiaan dan meningkatnya jumlah korban jiwa sipil.
Menurut angka yang dirilis kantor tersebut, jumlah total warga Palestina yang tewas telah meningkat menjadi 73.066, sementara 173.514 lainnya terluka, termasuk lebih dari 44.500 anak-anak.
Sekitar 9.500 warga Palestina masih hilang dan diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Kantor tersebut juga menyatakan lebih dari 90% bangunan di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau hancur, sementara sekitar 80% wilayah tersebut kini berada di bawah kendali Israel, menurut data resminya.
Secara terpisah, Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan lebih dari 11.000 anak telah menderita cedera yang digambarkan sebagai "mengubah hidup", termasuk hingga 4.000 kasus amputasi anggota tubuh, yang banyak di antaranya dilakukan dalam kondisi medis yang sangat sulit.
Baca juga: Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
(sya)

















































