loading...
Dua tentara Israel tewas dan tujuh lainnya terluka akibat ledakan bom di sebuah bangunan di Lebanon selatan. Militer Zionis sebut bom itu merupakan jebakan yang dipasang Hizbullah. Foto/Roya News
BEIRUT - Dua tentara Israel tewas dan tujuh lainnya terluka akibat ledakan bom di dalam sebuah bangunan di Majdalzoun, Lebanon selatan, pada Rabu (5/8/2026). Militer Zionis menyatakan bom itu merupakan jebakan yang dipasang kelompok Hizbullah.
Militer Zionis menuduh Hizbullah telah melanggar perjanjian gencatan senjata dan memerintahkan penduduk al-Mansouri untuk mengungsi menjelang serangan balasan. Ini merupakan peringatan serangan pertama serangan Israel dalam beberapa minggu terakhir.
Baca Juga: PM Israel Tolak Gencatan Senjata atau Tarik Pasukan dari Gaza Sesuai Rencana Trump
"Mengingat pelanggaran Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terpaksa harus bertindak. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengosongkan rumah dan pindah ke arah utara," tulis juru bicara IDF untuk bahasa Arab, Ella Waweya, di X yang ditujukan kepada penduduk al-Mansouri.
Peringatan tersebut muncul setelah Lebanon dan Israel mengadakan perundingan yang disponsori Amerika Serikat di Roma, di mana Beirut mengupayakan penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah selatan.
Sebelumnya pada hari itu, pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara di al-Mansouri sementara artileri membombardir wilayah pinggiran Majdalzoun. Pesawat tempur juga melakukan simulasi serangan dan menjatuhkan suar (flare) di beberapa wilayah Lebanon selatan.


















































