Fimela.com, Jakarta - Dalam momentum Hari Kartini, Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr. Sari Chairunnisa, yang dipandu oleh Marissa Anita, bercerita bagaimana kekuatan mereka terbentuk dari perjalanan hidup masing-masing.
ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company asal Indonesia menggelar sesi diskusi bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming”. Mengangkat narasi menemukan kekuatan di balik rasa “belum cukup”, forum ini menyoroti bahwa banyak perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, namun masih dihadapkan pada keraguan diri.
Salah satu suara datang dari Nikita Willy yang secara jujur mengakui bahwa rasa ragu adalah hal yang kerap ia alami, bahkan hingga hari ini. “Bahkan sebelum berangkat ke sini, aku masih ragu. Bisa nggak ya aku ngomong di sini, di antara wanita-wanita hebat?” ujarnya dalam acara Paragon Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming”.
Namun, alih-alih menjadikan keraguan sebagai penghalang, ia memilih menjadikannya sebagai dorongan untuk terus mencoba.
“Aku berusaha untuk tidak menjadikan keraguan sebagai hal yang menghentikan aku untuk mencoba, bertumbuh, dan keluar dari zona nyaman. Setiap keraguan itu aku jadikan proses. Dan ketika aku berhasil melewatinya, itu jadi kekuatan baru buat aku,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rasa takut kerap muncul saat harus berbicara di depan publik. “Sering banget, apalagi kalau acara-acara online, aku takut—ini aku harus ngomong apa ya? Tapi ternyata kejujuran yang aku sampaikan justru bisa menjadi inspirasi bagi orang lain,” ungkap Nikita.
Dari perspektif riset dan pengembangan, dr. Sari Chairunnisa menjelaskan bahwa fenomena ini memang banyak dialami perempuan.
“Berbagai studi menunjukkan bahwa mayoritas perempuan memiliki motivasi untuk berkembang, namun tidak semuanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah. Riset Mestara (2025) menunjukkan bahwa 83% perempuan ingin berkembang, namun hanya sekitar 30% yang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keraguan bukanlah sesuatu yang harus dihapuskan.
“Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup? Namun saya belajar bahwa keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi. Justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati,” tuturnya.
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)

