950 Dapur MBG Terancam Ditutup, Kepala SPPG Dipecat

6 hours ago 10

loading...

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (7/8/2026). FOTO/Rohman Wibowo

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan sebanyak 950 dapur pengolah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah terindikasi tidak memenuhi standar sanitasi dan higiene sehingga terancam ditutup secara permanen. BGN juga menegaskan akan mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau kepala dapur yang terbukti lalai hingga menyebabkan insiden keracunan.

"Sampai sejauh ini, kami mendapatkan laporan ada 950 dapur yang kami curigai sampai dengan hari ini kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higiene, yang kemungkinan akan kami umumkan di kemudian hari berapa yang pasti kami tutup secara permanen," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Selama Enam Bulan, Program MBG Habiskan APBN Rp101,1 Triliun

Sudaryono mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil pengawasan terhadap dapur-dapur MBG yang belum memenuhi standar kebersihan maupun belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurut dia, sertifikat tersebut merupakan syarat mutlak untuk menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak.

BGN memberikan waktu hingga 10 Agustus 2026 kepada pengelola dapur yang belum memiliki SLHS untuk mengurus dokumen tersebut melalui dinas kesehatan di masing-masing kabupaten dan kota. Meski demikian, perpanjangan waktu hanya berlaku untuk proses administrasi dan tidak mengurangi standar penilaian terhadap kondisi sanitasi di lapangan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |