Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam

4 days ago 19

loading...

Ariel Seidman, kuasa usaha di kedutaan besar Israel di Afrika Selatan. Foto/x

CAPE TOWN - Afrika Selatan mengusir utusan Israel untuk negara itu, menurut pengumuman Kementerian Luar Negeri. Pemerintah negara itu menuduh pejabat Israel tersebut terlibat dalam “pelanggaran norma diplomatik yang tidak dapat diterima” yang menantang kedaulatan Afrika Selatan.

Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka memberi Ariel Seidman, kuasa usaha di kedutaan Israel, waktu 72 jam untuk meninggalkan Afrika Selatan setelah menyatakan dia sebagai persona non grata.

Departemen tersebut menuduh Seidman melancarkan “serangan yang menghina” terhadap Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di media sosial serta “kegagalan yang disengaja” untuk memberi tahu kementerian “tentang dugaan kunjungan oleh para pejabat senior Israel”.

“Tindakan tersebut merupakan penyalahgunaan hak istimewa diplomatik yang berat dan pelanggaran mendasar terhadap Konvensi Wina. Tindakan tersebut secara sistematis telah merusak kepercayaan dan protokol yang penting untuk hubungan bilateral,” ungkap departemen tersebut dalam pernyataan.

Afrika Selatan menegaskan, “Kami mendesak Pemerintah Israel memastikan bahwa perilaku diplomatiknya di masa depan menunjukkan rasa hormat terhadap Republik dan prinsip-prinsip keterlibatan internasional yang telah ditetapkan.”

Pengumuman tersebut mendapat respons cepat dari Kementerian Luar Negeri Israel, yang mengatakan diplomat senior Afrika Selatan, Shaun Edward Byneveldt, sebagai persona non grata dan memberinya waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu.

“Langkah-langkah tambahan akan dipertimbangkan pada waktunya,” ungkap kementerian Israel dalam pernyataan yang dibagikan di media sosial.

Read Entire Article
Prestasi | | | |