loading...
Risiko penularan hantavirus lebih minim di tempat terbuka. Foto: Economic Times
JAKARTA - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono mengungkapkan bahwa penyebaran virus Hanta tidak terlalu berisiko jika terjadi di tempat atau lokasi terbuka seperti di lingkungan masyarakat.
Pandu mengatakan, hal tersebut dikarenakan tingkat penularan yang minim serta kemungkinan sembuh dari gejala-gejala virus tersebut. Bahkan gejala yang dirasakan bisa diobati dengan cara normal. Meskipun virus tersebut tidak bisa dihilangkan, namun gejala-gejala yang terasa bisa disembuhkan secara mandiri.
“Kalau orang itu nggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih nggak berat, jadi bisa sembuh sendiri. Nah kalau virusnya nggak, nggak bisa diobati karena antivirus itu nggak ada. Jadi istirahat, perbaikan umum, kalau panas diobati panasnya,” kata Pandu saat dihubungi iNews Media Group.
Baca Juga : Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)














