Gen Z dan Kembalinya Pesona Instax, Saat Foto Cetak Jadi Bentuk Ekspresi Diri di Era Digital

4 days ago 25

Fimela.com, Jakarta - Di tengah derasnya arus konten digital, cloud storage, dan galeri foto yang nyaris tak terbatas di smartphone, Generasi Z justru menunjukkan ketertarikan yang semakin kuat terhadap sesuatu yang terasa “lawas”: foto cetak instan atau Instax. Fenomena ini terlihat dari maraknya penggunaan kamera instan di konser, kafe, pameran seni, hingga konten media sosial yang menampilkan foto instax sebagai bagian dari gaya hidup.

Alih-alih ditinggalkan oleh teknologi digital, Instax justru menemukan relevansinya kembali terutama di kalangan Gen Z yang dikenal sebagai generasi paling digital sepanjang sejarah. Dari sudut pandang psikologi, minat Gen Z terhadap foto instan dapat dijelaskan melalui beberapa faktor utama. Apa saja?

1. Kebutuhan akan kehadiran fisik (tangibility) di dunia yang serba virtual.

Gen Z tumbuh dengan layar interaksi, memori, hingga validasi sosial sebagian besar terjadi secara digital. Foto cetak menghadirkan pengalaman sensorik yang nyata. Dalam psikologi, objek fisik seperti foto cetak sering kali berfungsi sebagai memory anchor, penanda emosi dan momen yang terasa lebih “hidup” dibanding file digital.

2. Kelelahan digital (digital fatigue).

Paparan konten yang cepat, algoritma, dan tekanan performatif di media sosial membuat Gen Z mulai mencari pengalaman yang lebih lambat dan mindful. Instax menawarkan jeda. Tidak ada burst mode, tidak ada swipe tanpa akhir. Proses ini menghadirkan rasa intentionality yang memberi kepuasan emosional.

3. dorongan untuk tampil autentik dan unik.

Berbeda dengan foto digital yang mudah diedit dan diseragamkan oleh filter populer, foto instan memiliki karakter yang tidak sempurna dan apa adanya. Dalam psikologi identitas, Gen Z sangat menghargai keunikan dan ekspresi diri. Ketidaksempurnaan visual justru menjadi simbol kejujuran dan keaslian.

4. Nostalgia lintas generasi

Menariknya, nostalgia tidak hanya dimiliki oleh generasi yang pernah hidup di era analog. Bagi Gen Z, estetika analog menghadirkan kerinduan akan masa yang tidak mereka alami, tetapi terasa hangat, intim, dan “manusiawi”. Kamera instan menjadi medium untuk merasakan pengalaman tersebut dengan sentuhan modern.

Read Entire Article
Prestasi | | | |