loading...
Akademisi Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta Firdaus Syam menilai aktor utama dan sutradara kasus penyiraman air keras ke aktivis Kontras Andrie Yunus harus diungkap ke publik. Foto/SindoNews
JAKARTA - Akademisi Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta Firdaus Syam menilai aktor utama dan sutradara kasus penyiraman air keras ke aktivis Kontras Andrie Yunus harus diungkap ke publik. Menurut Firdaus, tidak ada alasan bagi organ negara melakukan suatu tindakan yang brutal dan tindakan yang kejam terhadap warganya.
"Siapa aktornya, siapa sutradaranya, itu harus dibuka," ujar Firdaus Syam dalam diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Youth Congress (DPP IYC) bertajuk 'Relasi Strategis Kementerian Pertahanan dan BAIS TNI dalam Desain Intelijen Nasional: Garis Koordinasi, Kelembagaan, dan Perlindungan HAM di Indonesia' di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Menurut Firdaus, tidak cukup Kabais TNI mengundurkan diri. Dia menilai pengunduran diri itu sesuatu yang pasti atau harus sebagai pertanggungjawaban moral, pertanggungjawaban administrasi, pertanggungjawaban fungsi dan peran kelembagaan. "Namun, aspek hukum yang berkaitan dengan pelanggaran HAM berat harus ditindak," katanya.
Baca juga: Tim Investigasi Independen Ungkap Peran 16 Terduga Penyiram Air Keras Andrie Yunus
Firdaus juga menegaskan tugas TNI baik dari struktur paling atas hingga paling bawah yakni untuk pertahanan militer, menjadi prajurit yang profesional. Di tengah tantangan keamanan dan pertahanan Indonesia yang makin berat ke depannya.
“Ke depan, harus ada perubahan struktur dan kultur dalam militer Indonesia. Struktur artinya militer tidak boleh masuk dalam wilayah administrasi sipil dan bisnis. Tidak boleh terlibat, militer harus fokus, konsen, berperan sebagai institusi yang merawat dan menjaga alat-alat pertahanan dan kedaulatan NKRI” katanya.


















































