Anies Bicara soal Pemimpin: Begitu Kepentingan Pribadi Masuk, Kepercayaan Turun

11 hours ago 10

loading...

Anies Baswedan saat menjadi pembicara dalam acara Open House Universitas Paramadina di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026). Kegiatan itu dihadiri pelajar, mahasiswa, dan guru. Foto/Yuwantoro Winduajie

JAKARTA - Tokoh nasional Anies Baswedan menyebut kepercayaan merupakan kunci utama dalam kepemimpinan . Kepercayaan terhadap pemimpin dapat menurun ketika pemimpin tersebut lebih mengutamakan kepentingan pribadi ketimbang kepentingan bersama.

Anies menjelaskan bahwa kepercayaan dibangun oleh tiga faktor utama, yakni kompetensi, integritas, dan kedekatan atau intimacy, serta dapat runtuh ketika kepentingan pribadi muncul.

"Kepercayaan meningkat kalau ada kompetensi, meningkat kalau ada integrity, meningkat kalau ada intimacy, turun kalau ada self-interest," kata Anies saat menjadi pembicara dalam acara Open House Universitas Paramadina bertema "Integritas Karakter, Kompetensi, dan Teknologi dalam Pendidikan di Indonesia" yang digelar di Universitas Paramadina Kampus Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026). Kegiatan itu dihadiri pelajar, mahasiswa, dan guru.

Baca Juga: Ditanya Maju Pilpres 2029, Anies: Kita Lihat Nanti

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyatakan, apabila pemimpin lebih mengedepankan kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompoknya, kepercayaan publik akan langsung menurun. Anies juga menyinggung fenomena yang kerap terjadi di masyarakat, yakni publik kehilangan kepercayaan karena melihat pemimpin lebih mementingkan diri sendiri dibanding kepentingan umum.

"Begitu kepentingan pribadi masuk, oh itu kepercayaan itu turun langsung. Jadi yang dipikirin dirinya sendiri, anaknya, ponakannya, bener, nggak? Keluarganya. Langsung pada nggak percaya, kan?" ujarnya.

Menurut Anies, kepercayaan merupakan kunci utama dalam kepemimpinan. Ia menyebut seseorang hanya dapat disebut pemimpin jika memiliki pengikut yang percaya kepadanya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |