Apakah Pakistan, Turki, dan Arab Saudi Baru Saja Luncurkan NATO Islam?

1 hour ago 5

loading...

Para delegasi berfoto bersama setelah penandatanganan perjanjian pertahanan trilateral di Mekkah. Foto/Murat Cetinmuhurdar/TCCB via Anadolu

MEKKAH - Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menandatangani pakta pertahanan pada hari Jumat (7/8/2026), memicu pembicaraan mengenai kelompok bergaya NATO yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan regional. Pembentukan blok ini terjadi di tengah situasi keamanan yang tidak stabil di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Tindakan balasan Teheran terhadap negara-negara monarki Teluk—yang selama ini merupakan sekutu tradisional AS—telah menyingkap keterbatasan payung keamanan Amerika dan memaksa negara-negara Arab Teluk memikirkan kerangka kerja keamanan alternatif.

Pakta keamanan baru tersebut ditandatangani di Mekkah oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Namun, belum jelas apakah serangan semacam itu akan memicu respons militer gabungan dari blok tersebut—seperti komitmen pertahanan kolektif dalam Pasal 5 NATO.

Mengapa Pakta Ini Penting?

Terlepas dari itu, aliansi militer antara tiga negara Muslim Sunni ini menghadirkan simbolisme yang kuat di kawasan yang dilanda konflik.

Read Entire Article
Prestasi | | | |