Apakah Peristiwa Nuzulul Quran Terjadi pada 17 Ramadan?

2 hours ago 5

loading...

Dalam surat Al-Qadar disebutkan Al-Quran turun pada malam Lailatul Qodar, namun sering diperingati pada 17 Ramadan yang dikenal dengan Nuzulul Quran. Foto ilustrasi/ist

Apakah peristiwa turunnya Al Quran atau Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 Ramadan? Pertanyaan ini menarik untuk disimak, karena pada surat Al-Qadar disebutkan Al-Quran turun pada malam Lailatul Qodar. Berikut ulasan dan penjelasannya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam mengatakan bahwa Lailatul Qadar ada di sepuluh akhir bulan Ramadan . Di sisi lain, Nuzulul Quran selalu diperingati pada tanggal 17 Ramadan.

Ahmad Zarkasih, Lc, dalam buku berjudul "Meraih Lailatul Qadar, Haruskah I’tikaf?" menjelaskan tentang Nuzulul Quran yang diambil dari beberapa kitab yang menerangkan tentang masalah ini.

Sejumlah ulama menyebut metode turunnya Al-Qur’an dalam kitab-kitab mereka dengan istilah kaifiyah alTanzil. Dalam kitabnya al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an, Imam Badruddin al-Zarkasyi menyebut setidaknya ada 3 pendapat soal kaifiya Tanzil ini. Dan ketiganya adalah pendapat yang terekam dalam banyak kitab-kitab ulama tentang ilmu Qur’an.

Pertama, Al-Quran turun dengan ayat yang lengkap semuanya ketika malam Lailatul-Qadr ke bait-al-Izzah atau langit dunia dari al-Lauh alMahfudz. Kemudian turun secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW selama 20 atau 23 tahun kemudian dimulai dengan 5 ayat pertama al-‘Alaq.

Baca juga: Mentadaburi Al Quran Lebih Utama dari Berdoa, Begini Penjelasannya

Kedua, Al-Quran turun secara berangsur ke langit dunia (bait al-Izzah) di 20 atau 23 malam Lailatul Qadr selama 20 atau 23 tahun tersebut. Barulah setelah semuanya lengkap di langit dunia, Jibril menurunkannya berangsuran kepada Nabi Muhammad saw, selama 20 atau 23 tahun.

Ketiga, Al-Quran turun langsung kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsuran selama lebih dari 20 tahun dan dimulai di malam Lailatul-Qadr.

Dari tiga pendapat tersebut, pendapat yang banyak dipegang oleh jumhur Ulama, yaitu pendapat pertama, bahwa Al-Quran diturunkan sekaligus ke langit dunia (daarul Izzah) pada malam Lailatul Qadr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi SAW setelah beliau diangkat menjadi Nabi di Mekkah dan Madinah sampai wafat beliau.

"Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang setidaknya bisa diterima dengan bantahan yang minim," ujar Ahmad Zarkasih.

Pendapat ini karena berdasar kepada suatu riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Hakim dalam mustadrok-nya dengan sanad yang sahih, dari Ibnu Abbas radhiyallhu ‘anhuma.

Beliau mengatakan bahwasanya Al-Qur'an itu turun sekaligus ke langit dunia pada malam lailatul qadr. Kemudian diturunkan berangsur-angsur selama 20 tahun, kemudian ia mambaca ayat.

Read Entire Article
Prestasi | | | |