AS Hadapi Kekurangan Rudal di Tengah Serangan Balasan Iran

9 hours ago 10

loading...

Komando Pusat AS (CENTCOM) memulai Operasi Epic Fury, atas arahan Presiden Amerika Serikat di Tampa, Florida, Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Foto/US CENTCOM/Anadolu Agency

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menghadapi kekurangan stok rudal utama, termasuk rudal serang darat Tomahawk dan pencegat SM-3, di tengah serangan gabungan AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran. Kabar itu diungkap dalam laporan CNN.

Mengutip seorang pejabat senior AS, laporan tersebut mengatakan pada hari Senin (2/3/2026) bahwa Washington mengantisipasi "peningkatan besar" dalam serangan dalam 24 jam ke depan, sementara cadangan rudal dan pencegat semakin menipis.

Pejabat tersebut menambahkan serangan awal dilaporkan berhasil melemahkan pertahanan Iran. Fase selanjutnya diperkirakan akan fokus pada penargetan fasilitas produksi rudal Iran, pesawat tanpa awak, dan kemampuan angkatan laut.

Pentagon juga menghadapi kekurangan rudal Patriot, karena pertahanan udara Ukraina telah menggunakan sebagian besar persediaan selama empat tahun terakhir perang dengan Rusia.

Sejak Sabtu, kampanye gabungan AS-Israel telah memberi hasil yang diklaim signifikan, kata Komando Pusat AS, mencatat semua 11 kapal Iran di Teluk Oman telah dihancurkan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |