Banyak Kaum Muslim yang Belum Umrah Jadi Target Biro Ibadah

7 hours ago 9

loading...

Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jemaah umrah terbesar di dunia. Pada 2026, jumlah jemaah Indonesia diperkirakan mencapai 2,6 juta orang. Foto: Ist

JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jemaah umrah terbesar di dunia. Pada 2026, jumlah jemaah Indonesia diperkirakan mencapai 2,6 juta orang. Dengan populasi muslim sekitar 245 juta jiwa, angka tersebut menunjukkan bahwa kurang dari 1% umat muslim Indonesia yang berkesempatan melaksanakan umrah setiap tahun.

Kondisi itulah yang membuat biro perjalanan ibadah terus menargetkan peningkatan pengiriman jemaah. Salah satunya dilakukan PT Esra Wisata.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pantau 58.873 Jemaah Umrah Indonesia

Direktur Esra Wisata Abdullah Yusuf mengatakan, pihaknya menargetkan pemberangkatan jemaah dalam skala ribuan per bulan dengan penguatan legalitas, sistem manajemen terpadu, serta pengembangan ekosistem Sahabat Esra (agen) nasional. Target pertumbuhan jemaah itu dilakukan secara bertahap dan berbasis sistem.

“Target ribuan jemaah per bulan merupakan bagian dari penguatan ekosistem layanan ibadah yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Abdullah, Senin (2/3/2026).

Untuk mendukung ekspansi nasional, Esra Wisata mengandalkan kemitraan dengan hotel dan penginapan di Arab Saudi serta kerja sama maskapai penerbangan internasional. Selain itu, sistem manajemen operasional terpadu diterapkan guna memastikan transparansi, pengawasan, dan kepatuhan regulasi.

Pihaknya menetapkan empat titik keberangkatan nasional yakni Bandara Internasional Soekarno Hatta (Jakarta), Hasanuddin (Makassar), Juanda (Surabaya), dan Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).

Pihaknya merencanakan ekspansi ke bandara-bandara lain yang akan direalisasikan seiring pertumbuhan jemaah dan kesiapan operasional nasional. Dalam strategi jangka panjang, perusahaan juga membangun ekosistem Sahabat ESRA (agen) nasional melalui program kemitraan terstruktur berbasis sistem digital.

Dalam rangka memperingati HUT RI 2026, Esra Wisata akan menggelar program Umrah dan Tabligh Akbar pada Agustus 2026 bersama Ustad Abdul Somad. Program ini tidak hanya dirancang sebagai perjalanan ibadah, tetapi sebagai momen pembinaan rohani yang lebih mendalam bagi para jemaah.

“Kolaborasi ini sebagai ikhtiar menghadirkan ibadah yang lebih terarah dan bermakna dengan tetap menjaga standar pelayanan, legalitas, dan sistem operasional yang profesional,” ujar Abdullah.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kementerian Haji dan Umrah/Kemenhaj Andi Muhammad Taufik mengatakan, umat muslim yang akan berangkat ibadah umrah wajib berhati-hati dalam memilih biro penyelenggara. Calon jemaah diminta mencermati secara seksama dan detail legalitas serta kredibilitas travel sebelum mendaftar.

“Jemaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jemaah dari kerugian,” ujar Andi Taufik.

Langkah pertama yang dapat dilakukan masyarakat untuk menilai reputasi dan legalitas biro penyelenggara ibadah umrah dengan mengecek Nomor Izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Jemaah dapat mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku. “Travel yang tidak terdaftar dinyatakan ilegal,” tegasnya.

(jon)

Read Entire Article
Prestasi | | | |