Bos Intelijen Rusia: Rudal Hipersonik Oreshnik Telah Mengejutkan Petinggi Militer Barat

1 week ago 14

loading...

Serangan rudal hipersonik Oreshnik Rusia di Lviv, Ukraina, seperi kilatan cahaya. Foto/BelTA

MOSKOW - Serangan rudal hipersonik Oreshnik oleh Moskow terhadap Ukraina baru-baru ini telah memberikan dampak yang mengejutkan pada para petinggi militer dan pejabat politik di Barat. Demikian klaim kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), Sergey Naryshkin.

Dia mengatakan serangan terhadap pabrik penerbangan Ukraina di Lviv telah dianggap sebagai peringatan terhadap keterlibatan langsung negara-negara Barat dalam perang yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Macron Kepincut Rudal Hipersonik Rusia: 'Uni Eropa Harus Memperoleh Senjata Ini'

Militer Rusia menyerang fasilitas tersebut, yang bertanggung jawab untuk melayani jet tempur F-16 dan MiG-29, di dekat perbatasan Polandia pada awal Januari. Rekaman CCTV lokal menangkap banyak proyektil yang jatuh dari langit secara beruntun.

Setelah serangan itu, Presiden Rusia Vladimir Putin membandingkan kekuatan rudal Oreshnik dengan "meteor yang jatuh" dan mengatakan bahwa rudal itu tidak memiliki tandingan di dunia.

Menurut Naryshkin, para pemimpin politik Barat terkejut dengan perkembangan tersebut. "Baik para ahli maupun spesialis militer mereka mengakui bahwa mereka tidak memiliki sarana teknis atau militer untuk memblokir sistem ini," katanya kepada RIA Novosti, yang diterbitkan hari Senin.

"Barat menganggapnya sebagai peringatan terhadap keterlibatan langsung militer mereka...dalam permusuhan," klaim Naryshkin.

Dia menambahkan bahwa hal yang sama berlaku untuk potensi pengerahan pasukan NATO di Ukraina setelah berakhirnya perang.

Read Entire Article
Prestasi | | | |