Cegah Rp8 Triliun Melayang: Kecanggihan Fitur Anti-Spam vs Lengahnya Literasi Warga

3 hours ago 5

loading...

Inisiatif sistem penyaring pesan otomatis di pusat kendali operator seluler kini menjadi tameng terakhir masyarakat dalam menghadapi banjir serangan penipuan digital yang kian masif dan terorganisasi. Foto: Annastasya Rizqa/Sindonews

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengklaim berhasil memitigasi potensi kerugian finansial masyarakat hingga Rp8 triliun dalam enam bulan terakhir melalui sistem anti-spam dan anti-scam yang kini diintegrasikan ke dalam jaringan telekomunikasi nasional.

Langkah agresif ini merupakan respons kontradiktif pemerintah terhadap realitas ruang digital Indonesia yang semakin luas namun sekaligus semakin rentan terhadap infiltrasi kejahatan siber berbasis pesan dan panggilan palsu.

Di tengah ambisi pertumbuhan ekonomi digital, Indonesia justru menghadapi anomali berupa "tsunami" informasi berbahaya.

Dalam kurun waktu setengah tahun, sistem tersebut telah mendeteksi lebih dari 2.000.000.000 (2 miliar) panggilan, pesan, dan tautan yang teridentifikasi berisiko tinggi.

Tanpa adanya filterisasi otomatis di level operator, ekonomi rumah tangga Indonesia terancam lumpuh oleh skema penipuan yang kian canggih.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026), menekankan bahwa keamanan adalah prasyarat mutlak konektivitas.

Read Entire Article
Prestasi | | | |