Cerita Pendiri Yayasan tentang Sekolah Islam Harapan Ibu, Sedih Ada Temuan 995 Senjata

3 hours ago 6

loading...

Salah seorang pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP), Yan Sofyan Syafei (tengah), mengungkap sejarah awal berdirinya sekolah yang kini menjadi sorotan setelah temuan 995 pucuk senjata di lingkungan sekolah. Foto/Yuwantoro

JAKARTA - Salah seorang pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP), Yan Sofyan Syafe'i, mengungkap sejarah awal berdirinya sekolah yang kini menjadi sorotan setelah temuan 995 pucuk senjata di lingkungan sekolah. Ratusan senjata itu ditemukan di dalam ruangan tertutup milik mantan ketua yayasan berinisial IWD.

Diketahui, Yan merupakan satu-satunya pendiri awal yayasan yang masih hidup. Dalam konferensi pers YHI-PP, Minggu (9/8/2026), dia menceritakan awal mula pendirian yayasan pada 1979.

Yan mengatakan, yayasan bermula dari kegiatan pengajian bersama sejumlah tokoh, termasuk KH Mawardi Labay. Dari kegiatan tersebut muncul gagasan untuk mendirikan sekolah.

Baca Juga: Temuan Senjata, Sekolah Islam Harapan Ibu Terapkan Pembelajaran Online Sepekan

"Dahulu pada waktu tahun 79 saya yaitu kami berlima saya sendiri, Pak Mawardi Labay selaku ustaz kami, Pak Hari Dahlan Safri, dan saya dan Pak Otto Malik yaitu putra dari Pak Adam Malik," kata Yan.

Menurut dia, para pendiri kemudian menemui Adam Malik yang saat itu menjabat wakil presiden. Mereka mendapat arahan terkait pemanfaatan tanah di kawasan Pondok Pinang. "Setelah itu mulailah kita buat yayasan itu dengan visi dan misi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa," ujarnya.

Yan menuturkan, para pendiri juga berharap sekolah tersebut dapat melahirkan generasi yang beragama, berpendidikan, serta menjadi pemimpin bangsa di kemudian hari.

Baca Juga: Kegiatan Belajar Mengajar Berjalan Normal di Sekolah Swasta usai Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba

Read Entire Article
Prestasi | | | |