loading...
Wakil Ketua Departemen Pengembangan UMKM Koperasi dan Wirausaha Asprindo, Risma Sitorus memasukkan mata pelajaran kewirausahaan ke kurikulum sekolah. Foto/istimewa
JAKARTA - Wakil Ketua Departemen Pengembangan UMKM Koperasi dan Wirausaha Asprindo, Risma Sitorus memasukkan mata pelajaran kewirausahaan ke kurikulum sekolah. Langkah itu diambil berangkat dari keprihatinan pada susahnya anak murid SMK-nya yang susah mencari kerja.
Sosok wanita yang baru saja memasuki masa pensiun dari Kepala Sekolah SMK Citra Nusantara itu menjelaskan, tujuan dari mata pelajaran Kewirausahaan itu adalah untuk menjadikan anak-anak didiknya memiliki keahlian dan bisa membuka usaha setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.
Risma memaparkan, bahan yang dipergunakan sebagai alat ajar adalah hasil bumi yang mudah didapatkan. Seperti, kayu, bambu, rotan, maupun purun.
Baca juga: Perluas Akses Pasar, Rumah BUMN Pertamina Hadirkan 13 UMKM di Jambore Sulteng
"Kami memberikan pengajaran dan pendampingan sejak mereka bersekolah selama 3 tahun. Harapanya, begitu mereka lulus, mereka bisa menggunakan keahlian itu, bukan hanya untuk mereka sendiri, tapi bisa membuka peluang kerja bagi orang lain," katanya, Senin (3/8/2026).


















































