loading...
BRICS meminimalkan penggunaan dolar AS dalam perdagangan internasional. FOTO/Reuters
JAKARTA - Aliansi ekonomi BRICS terus meminimalkan penggunaan dolar AS dalam perdagangan internasional setelah data terbaru menunjukkan 60% transaksi lintas batas telah diselesaikan menggunakan mata uang lokal. Langkah strategis ini mempertegas komitmen blok tersebut untuk memperkuat mata uang nasional masing-masing sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat.
"Selama bertahun-tahun, mereka secara bertahap bertransisi ke sistem penyelesaian yang hampir tidak menggunakan dolar atau euro," kata CEO VTB Bank, Andrei Kostin, dalam wawancara dengan Sputnik News dikutip Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga: Anggota BRICS Saling Gebuk, Afrika Selatan Siap Kerek Tarif 50% untuk China dan India
Fenomena ini mencerminkan ambisi besar negara-negara anggota BRICS untuk menempatkan mata uang lokal sebagai prioritas utama dalam kesepakatan dagang. Dengan mengutamakan alat pembayaran nasional, blok ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi domestik serta meningkatkan posisi tawar mata uang mereka di pasar valuta asing global.


















































