Akademi Jenewa Ungkap Jumlah Korban Tewas di Gaza bisa Capai Lebih 200.000 Jiwa

2 hours ago 5

loading...

Kerabat berduka, sambil menggendong jenazah bayi Palestina berusia 3 tahun, Iyad Ahmed el-Rabayia, di Khan Yunis, Gaza pada 2 Februari 2026. Foto/Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency

JENEWA - Stuart Casey Maslen, kepala Akademi Hukum Kemanusiaan Internasional dan Hak Asasi Manusia Jenewa, mengatakan hingga Oktober 2023, populasi Gaza telah menurun lebih dari 10%, yang menunjukkan sekitar 200.000 kematian. Berbicara kepada Anadolu tentang laporan akademi yang berjudul 'War Watch', yang mencakup situasi di Gaza dan 23 konflik bersenjata selama 18 bulan terakhir, Maslen menggambarkan situasi di Gaza sebagai "dramatis".

“Kita jelas senang bahwa kita tidak mengalami permusuhan besar seperti yang kita lihat tahun lalu sebelum gencatan senjata. Tetapi itu tidak berarti penderitaan bagi rakyat Gaza telah berakhir. Kita tetap sangat prihatin tentang keadaan seluruh penduduk di Gaza,” ujar Maslen kepada Anadolu.

Menyatakan keprihatinan khusus bagi mereka yang terluka dan perlu dievakuasi ke lokasi yang aman untuk perawatan yang layak, Maslen menambahkan, “Orang-orang terus meninggal di Gaza.”

Maslen menekankan bantuan kemanusiaan yang jauh lebih banyak harus diberikan kepada penduduk Gaza, termasuk makanan dan air. Dia menambahkan orang-orang juga membutuhkan tempat berlindung, perlindungan dari kondisi musim dingin yang keras, dan perawatan medis.

“Ada serangkaian hal yang kami harapkan akan berubah dalam waktu dekat, karena situasinya tetap tidak dapat ditoleransi,” katanya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |