Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam

5 hours ago 4

loading...

Drone Pelindung Presiden Rusia. FOTO/ VIET

MOSCOW - Spesifikasi baru untuk pesawat nirawak pencegat misterius Rusia telah terungkap melalui beberapa model utuh yang disita oleh Ukraina.

Dalam perang drone yang sengit, Yolka telah muncul sebagai "pembunuh senyap" dengan kecepatan 250 km/jam, sistem autopilot bertenaga AI, dan kemampuan tempur presisi, mengancam drone/UAV terbang rendah apa pun tanpa memerlukan hulu ledak peledak.

Dikembangkan oleh para insinyur di Moskow bekerja sama dengan unit pertahanan udara, sistem peluncuran portabel ini telah menjalani uji coba tempur sejak pertengahan tahun 2025. Sistem ini menjanjikan revolusi dalam pendekatan keamananwilayah udaraketinggian rendah dengan akurasi dan efektivitas yang unggul.

Mekanisme pengoperasian "tembak sekali dan lupakan" memungkinkan operator untuk meluncurkan drone dari platform peluncuran bergerak (peluncur genggam atau perangkat seluler), dan kemudian kecerdasan buatan (AI) secara otomatis mengambil alih: mendeteksi, mengunci target, dan memandu drone ke titik tumbukan.

Dengan jangkauan efektif sekitar 2-3 km dan ketinggian maksimum sekitar 2 km, rudal ini menciptakan "zona perlindungan" yang fleksibel untuk target darat seperti posisimiliter, infrastruktur, atau parade.

Namun, detail lebih lanjut tentang UAV pencegat ini, di luar yang diumumkan oleh Rusia, tetap menjadi misteri hingga penasihat pertahanan Ukraina Serhii “Flash” Beskrestnov mengungkapkan detail teknis dari drone pencegat Rusia yang kurang dikenal bernama “Yolka”.

Menurut Beskrestnov, rudal pencegat Yolka hanya beroperasi pada siang hari dan tidak dapat digunakan dalam kondisi hujan. Jangkauan efektifnya sekitar 3 km, dengan kecepatan maksimum hingga 200 km/jam. Sistem ini dirancang untuk beroperasi dalam kondisi angin hingga 8 meter per detik.

Read Entire Article
Prestasi | | | |