Efek Konflik Timur Tengah, KJRI Kawal Ketat Kepulangan 10.000 Jemaah

9 hours ago 9

loading...

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mencatat akumulasi jemaah yang berhasil menembus krisis ini telah menyentuh angka puluhan ribu. Foto/SindoNews

JAKARTA - Eskalasi konflik yang membekap ruang udara kawasan Timur Tengah menuntut ketangkasan diplomasi operasional tingkat tinggi. Demi menjamin keselamatan nyawa warga negara, pemerintah Indonesia menggelar operasi pengawalan masif di simpul-simpul keberangkatan internasional. Hasilnya, gelombang evakuasi pemulangan jemaah umrah ke Tanah Air terus menunjukkan progres yang signifikan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mencatat akumulasi jemaah yang berhasil menembus krisis ini telah menyentuh angka puluhan ribu. Sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2026, total sebanyak 10.060 jemaah umrah telah mendarat dengan selamat di Indonesia. Khusus pada Selasa (3/3/2026) malam waktu setempat, ada 2.278 jemaah yang diterbangkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Manuver pengamanan berskala besar ini dipimpin langsung oleh Staf Teknis Urusan Haji dan Umrah KJRI Jeddah. Para petugas disebar untuk memagari seluruh area pelayanan jemaah, dengan titik fokus pada Terminal 1 dan Terminal Haji. Pendekatan ini merupakan wujud absolut dari komitmen negara dalam memproteksi warganya di episentrum krisis.

Baca juga: Pemerintah Diminta Amankan Keselamatan 58 Ribu Jemaah Umrah Terdampak Perang AS-Israel Vs Iran

Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menegaskan bahwa perlindungan jemaah adalah harga mati di tengah dinamika saat ini. “Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari proses check-in hingga keberangkatan,” ujarnya. Ia menggarisbawahi bahwa negara hadir secara nyata, terutama bagi jemaah yang tersandung kendala penerbangan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |