Fakta Pahit VinFast: Raja Kandang di Vietnam, Keok di Amerika, Terselamatkan Taksi di Indonesia

6 hours ago 8

loading...

Ilustrasi deretan mobil listrik VinFast yang mengandalkan serapan dari operator armada taksi untuk mendongkrak angka penjualan di tengah lesunya minat konsumen individu. Foto: VinFast

JAKARTA - Sepintas, VinFast tampak seperti keajaiban industri otomotif Asia Tenggara yang sedang menaklukkan dunia. Punya ambisi besar, modal besar, dan juga teknologi canggih.

Namun, realitasnya berbanding terbalik: VinFast adalah purwarupa sempurna dari jenama "raja kandang" yang masih tertatih-tatih mencari pengakuan dari konsumen individu di pasar internasional.

Melihat laporan penjualan global mereka sepanjang tahun 2025, perusahaan asal Vietnam ini memang mencatatkan pengiriman sebanyak 196.919 unit kendaraan listrik (EV), angka yang melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan total tahun 2024.

Puncak lonjakan terjadi pada kuartal keempat 2025 dengan pengiriman 86.557 unit di seluruh dunia, disusul rekor bulanan pada Desember 2025 yang menyentuh angka 27.649 unit di Vietnam.

Dengan modal ini, VinFast berani mematok target ambisius sebanyak 300.000 pengiriman EV global untuk tahun 2026.

Prestasi domestik mereka di awal tahun 2026 juga tampak meyakinkan. Pada 10 April 2026, VinFast mengumumkan pengiriman 27.609 unit EV di pasar Vietnam sepanjang bulan Maret 2026.

Angka ini mewakili peningkatan 127 persen secara tahunan (year-on-year) dibanding Maret 2025.

Puncaknya terjadi pada 28 Maret 2026, di mana mereka berhasil memproses dan memenuhi 3.520 pesanan dalam satu hari, rekor penjualan harian tertinggi bagi merek otomotif di Vietnam.

Read Entire Article
Prestasi | | | |