Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak

7 hours ago 8

loading...

Lonjakan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dinilai terlalu tinggi dan memberatkan, terutama bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol). Foto/Dok

JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina mulai Rabu (10/6/2026) menuai reaksi dari masyarakat. Lonjakan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dinilai terlalu tinggi dan memberatkan, terutama bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol) .

Salah seorang pengemudi ojol asal Tambak, Manggarai, Syahrul mengaku kenaikan harga Pertamax berdampak langsung terhadap biaya operasional sehari-harinya. Baca Juga: Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina

"Kalau buat kita sebagai pekerja ojol, sangat memberatkan. Soalnya biasa kita pakai harga sesuai itu, eh tiba-tiba naik, karena benar-benar memberatkan gitu, Pak," kata Syahrul saat diwawancarai di SPBU Pertamina di kawasan Ampera, Jakarta Selatan.

Menurutnya, penghasilan sebagai pengemudi ojol tidak menentu sehingga kenaikan biaya bahan bakar menjadi tantangan tersendiri. Ia mengatakan, pendapatan harian sangat bergantung pada jumlah order yang diterima.

Baca Juga: Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Syahrul mengaku akan mencari sumber pendapatan tambahan di luar pekerjaan utamanya sebagai pengemudi ojol. "Paling kita ya misalkan ada sampingan yang lain buat kita selain ojol, misalkan, selain ngojek, ya kita ambil, Pak, gitu kan. Tapi kalau gak ada, mau gak mau kita siasatin dengan cara lain," sebutnya.

Syahrul pun berharap pemerintah dapat menahan laju kenaikan harga BBM di masa mendatang agar tidak semakin membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

"Buat kita ya, jangan terlalu tinggi lah, jangan terlalu dinaikin, karena banyak masyarakat di bawah, khususnya kita para ojol, kalau bisa jangan naik," tutupnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |