Indonesia Tetap Membatasi Akses AI Buatan Elon Musk

1 week ago 16

loading...

Grok. FOTO/ DAILY

JAKARTA - Akses ke chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok tetap diblokir di Indonesia sementara pihak berwenang menunggu konfirmasi dari pemiliknya, platform media sosial X, bahwa aplikasi tersebut telah memenuhi persyaratan pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan aplikasi berbasis AI tersebut masih dikenai pembatasan administratif dan sedang dalam penilaian kementerian.

"Statusnya tetap diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sambil menunggu konfirmasi kepatuhan dari Grok yang akan disampaikan kepada pemerintah," katanya.

Ia mengatakan hal ini saat bertemu dengan Komisi I DPRD yang mengawasi komunikasi dan informatika, pertahanan, luar negeri, dan intelijen.

Indonesia memutuskan untuk sementara memblokir akses ke Grok sejak 10 Januari menyusul kekhawatiran bahwa konten pornografi dan deepfake yang dihasilkan oleh AI dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan publik.

Grok, sebuah sistem AI generatif yang terintegrasi dengan platform media sosial X, dimiliki dan dikembangkan oleh xAI, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2023.

Pada pertemuan tersebut, Meutya mengatakan bahwa salah satu isu yang dibahas adalah pendaftaran Operator Sistem Elektronik (PLT) sektor swasta, yang hingga Desember 2025, total 3.805 PLT telah terdaftar.

Read Entire Article
Prestasi | | | |