Inflasi Jakarta Februari 2026 Lebih Rendah Nasional

7 hours ago 9

loading...

Inflasi DKI Jakarta sebesar 0,63 persen pada Februari 2026 terpantau lebih rendah dibandingkan nasional 0,68 persen. Foto: Dok Sindonews

JAKARTA - Inflasi DKI Jakarta sebesar 0,63 persen pada Februari 2026 terpantau lebih rendah dibandingkan nasional 0,68 persen. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setyawan menjelaskan secara tahunan inflasi Jakarta sebesar 4,91 persen lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 4,76 persen.

“Tekanan ini bersifat temporer dan diprakirakan kembali normal pada April 2026. Selain itu, peningkatan permintaan musiman serta gangguan produksi hortikultura akibat kondisi cuaca turut mendorong kenaikan harga,” ujar Iwan, Senin (2/3/2026).

Terperinci, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 2,23 persen (mtm), setelah sebelumnya mengalami deflasi. Kenaikan ini karena tingginya sejumlah barang seperti daging ayam, cabai, dan bawang merah.

Di sisi lain, ketidakpastian global mendorong kenaikan harga emas dunia yang merambat pada harga emas perhiasan. Inflasi emas perhiasan meningkat menjadi 9,61 persen (mtm), dengan harga rata-rata melampaui Rp2 juta per gram.

Memasuki HBKN, TPID Jakarta memperkuat sinergi melalui High Level Meeting bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta guna memastikan kesiapan pasokan, kelancaran distribusi termasuk ke Kepulauan Seribu, serta komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat.

Read Entire Article
Prestasi | | | |