loading...
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sindir Israel yang bebas perluas senjata militernya sambil memaksa negara-negara lain melucuti senjatanya. Foto/Tehran Times
DOHA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengkritik apa yang disebutnya sebagai “doktrin dominasi”, yang membebaskan Israel memperluas persenjataan militernya tanpa batas sambil memaksa negara-negara lain di kawasan Timur Tengah untuk melucuti senjata.
Pernyataan Araghchi disampaikan pada hari Sabtu atau sehari setelah perundingan nuklir Iran terbaru antara Teheran dengan Washington. Perundingan sebelumnya gagal ketika Israel melancarkan pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran Juni lalu yang memicu perang 12 hari.
Baca Juga: Iran: Kami Siap Perang Jika Itu Maunya AS!
Araghchi berbicara di sebuah konferensi di Qatar, tetapi tidak mengungkap hasil perundingan hari Jumat dengan Amerika Serikat (AS).
“Proyek ekspansionis Israel mengharuskan negara-negara tetangga dilemahkan: secara militer, teknologi, ekonomi, dan sosial,” kata Araghchi.
“Di bawah proyek ini, Israel bebas untuk memperluas persenjataan militernya tanpa batas. Namun negara-negara lain dituntut untuk melucuti senjata. Negara-negara lain ditekan untuk mengurangi kapasitas pertahanan. Negara-negara lain dihukum karena kemajuan ilmiah,” ujarnya.


















































