Iran Tempuh Diplomasi Sambil Siap Berperang, Ini 4 Alasannya

2 hours ago 3

loading...

Iran temouh diplomasi sambil siap berperang. Foto/X/@Iranmilitary24

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran selalu menempuh jalur diplomasi sambil tetap siap untuk perang apa pun.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Kongres Nasional tentang Kebijakan Luar Negeri Republik Islam di Teheran pada hari Minggu, dua hari setelah Iran dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan nuklir tidak langsung di Oman menyusul ketegangan yang meningkat selama beberapa minggu yang disebabkan oleh retorika perang AS terhadap Iran.

Iran Tempuh Diplomasi Sambil Siap Berperang, Ini 4 Alasannya

1. Tidak Ada yang Berani Melawan Iran

“Kami adalah negara yang berdiplomasi, kami juga negara yang siap berperang; bukan dalam arti kami mencari perang, tetapi… kami siap berperang sehingga tidak ada yang berani melawan kami,” katanya.

Saat ini, tambahnya, prinsip utama kebijakan luar negeri Iran adalah martabat, yang berarti menjaga kemerdekaan, menolak dominasi, dan mempertahankan kedaulatan negara.

Araghchi lebih lanjut menekankan bahwa respons Iran bergantung pada nada yang diadopsi oleh pihak lain terhadap negara tersebut, dengan mengatakan bahwa diplomasi akan disambut dengan bahasa yang sama, seperti halnya dengan penggunaan kekuatan dan bahasa penghormatan.


2. Pengetahuan Tidak Bisa Dihancurkan dengan Bom

Sementara itu, ia menyatakan kesiapan Teheran untuk menyelesaikan ambiguitas tentang program nuklir damainya, mencatat bahwa diplomasi adalah satu-satunya cara untuk melakukannya karena jalur lain belum membuahkan hasil.

Read Entire Article
Prestasi | | | |