Istri Netanyahu Digugat, Hina Pekerja Rumah Tangga: Orang Maroko yang Terbelakang

2 hours ago 5

loading...

Sara Netanyahu dan suaminya PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu

TEL AVIV - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dituduh berulang kali mempermalukan dan memperlakukan secara buruk seorang mantan pekerja rumah tangga. Dalam satu kejadian, ia bahkan menyebut pekerja tersebut sebagai "orang Maroko yang terbelakang."

Kontroversi ini menambah panjang daftar tuduhan serupa yang telah muncul selama bertahun-tahun, yang menggambarkan kondisi kerja yang tak tertahankan di kediaman Netanyahu tersebut.

Pada hari Selasa, Ynet melaporkan Rami Ben-Hamo, yang bekerja di kediaman tersebut dari tahun 2023 hingga 2025, menuntut kompensasi sebesar 450.000 shekel (USD150.000) melalui gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tenaga Kerja Regional Yerusalem.

Meskipun gugatan tersebut secara resmi ditujukan kepada Kantor Perdana Menteri, dugaan perlakuan buruk itu sebagian besar diarahkan kepada Sara Netanyahu.

Menurut Ben-Hamo, ia terkadang bekerja mulai sekitar pukul 07.30 pagi hingga dini hari keesokan harinya, dengan akumulasi jam lembur mencapai 60 hingga 80 jam per bulan.

Ia mengaku "mengalami perlakuan sangat buruk" dari istri perdana menteri, termasuk perintah untuk membersihkan tas tangan dan sol sepatunya, mencuci tangan berulang kali di sela-sela tugas, serta harus menanggung bentakan dan penghinaan jika pekerjaan bersih-bersih atau tugas rumah tangga tidak dilakukan persis seperti yang diinginkan Sara.

Pada suatu kesempatan, Sara Netanyahu diduga menyebutnya sebagai "orang Maroko yang terbelakang" seraya berkata, "Saya adalah istri perdana menteri. Kamu harus melakukan apa yang saya perintahkan."

Ben-Hamo mengklaim hinaan bernuansa etnis itu diucapkan berulang kali dan ia terkadang harus memohon sambil menangis agar Sara berhenti melakukannya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |