Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?

8 hours ago 10

loading...

Piala Dunia 2026 menghadirkan aturan baru yang menarik perhatian, yakni jeda hidrasi wajib selama tiga menit di setiap babak pertandingan / Foto: BBC

JAKARTA - Piala Dunia 2026 menghadirkan aturan baru yang menarik perhatian, yakni jeda hidrasi wajib selama tiga menit di setiap babak pertandingan. FIFA menyebut kebijakan ini dibuat demi menjaga kesehatan pemain yang harus bertanding di tengah suhu panas di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Keputusan tersebut diambil setelah banyak pemain mengeluhkan cuaca ekstrem pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu. Gelandang Argentina dan Chelsea, Enzo Fernandez, bahkan mengaku merasa pusing saat bermain dalam kondisi yang dianggap berbahaya.

Keluhan serupa juga disampaikan pemain Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, hingga gelandang Spanyol Marcos Llorente. Meski demikian, aturan baru ini menuai kritik.

Baca Juga: Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026

Sejumlah pihak menilai jeda tambahan tersebut mengganggu ritme permainan dan membuat sepak bola semakin mirip dengan olahraga Amerika yang sarat jeda. Ada pula yang mempertanyakan mengapa aturan itu tetap diterapkan di stadion beratap tertutup atau di kota-kota yang suhunya relatif sejuk.

Mantan striker Arsenal dan Inggris, Ian Wright, bahkan menduga adanya kepentingan komersial di balik kebijakan tersebut. Pasalnya, beberapa stasiun televisi memanfaatkan jeda minum untuk menayangkan iklan.

Namun di lapangan, jeda hidrasi justru berkembang menjadi senjata taktis baru bagi para pelatih. Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui jeda tersebut memberinya kesempatan untuk menyampaikan instruksi dan melakukan penyesuaian strategi. Hasilnya langsung terlihat ketika Brasil mencetak gol penyeimbang hanya beberapa menit setelah jeda minum saat menghadapi Maroko.

Read Entire Article
Prestasi | | | |