loading...
Kondisi Bumi 320 Juta Tahun yang Lalu. Foto/ Daily
TOKYO - Alat daring Paleolatitude baru saja ditingkatkan secara signifikan, memungkinkan pengguna untuk menjelajahi lokasi tempat mana pun di Bumi selama 320 juta tahun terakhir.
Dikembangkan olehpara ilmuwandari Universitas Utrecht (Belanda), alat ini merekonstruksi pergerakan benua dari superbenua Pangaea hingga saat ini, memberikan perspektif visual tentang sejarah geologi planet ini.
Paleolatitude dirancang untuk menjembatani bidang paleontologi dan paleoklimatologi. Untuk memahami habitat organisme purba atau kondisi iklim masa lalu, para peneliti perlu menentukan lokasi geografis pasti dari sampel batuan pada saat pembentukannya.
Alat ini menggunakan data medan magnet yang "tersimpan" di dalam mineral batuan untuk menentukan garis lintang purba. Dengan demikian, sudut kemiringan medan magnet Bumi secara bertahap berubah dari kutub ke khatulistiwa, memungkinkan untuk menyimpulkan lokasi batuan saat terbentuk.
Saat batuan mengkristal, mineral magnetik di dalamnya merekam arah medan magnet pada saat itu. Dari data ini, para ilmuwan dapat merekonstruksi pergerakan lempeng tektonik selama ratusan juta tahun.
Versi baru Paleolatitude menambahkan data tentang anomali magnetik dasar laut, memungkinkan pelacakan pergerakan lempeng tektonik besar dan kecil dengan lebih akurat.
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)

