Krisis Selat Hormuz, Penjualan Minyak Saudi ke China Diramal Anjlok 50%

7 hours ago 12

loading...

Penjualan minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan turun hingga 50% pada Mei 2026 terdampak perang di Iran. FOTO/Reuters

RIYADH - Penjualan minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan turun hingga 50% pada Mei 2026 seiring terganggunya jalur pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Penutupan efektif Selat Hormuz dan lonjakan harga minyak global menjadi faktor utama penurunan tersebut.

"Penjualan minyak mentah Saudi ke China diperkirakan hanya sekitar 20 juta barel pada Mei, turun dari sekitar 40 juta barel pada April," ujar sejumlah pedagang yang mengetahui rencana pengapalan tersebut dikutip dari Bloomberg, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Serangan Iran Pangkas Produksi Minyak Saudi 600.000 Barel per Hari

Penurunan pengiriman ini mencerminkan dampak langsung dari gangguan distribusi energi global akibat perang Iran, yang menghambat arus minyak melalui Selat Hormuz jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Kondisi tersebut memaksa eksportir untuk menyesuaikan alokasi pasokan, termasuk ke pasar utama seperti China.

Read Entire Article
Prestasi | | | |