Kuasai 50 Persen Pasar EV, BYD Tetap Optimis Walau Subsidi Mobil Listrik di 2026 Dihapus

2 hours ago 6

loading...

Pengunjung memadati gerai BYD di IIMS 2026, sebuah pemandangan yang menguji tesis pasar tentang daya tahan industri kendaraan listrik pasca-penghapusan insentif pajak oleh pemerintah. Foto: BYD Indonesia

JIEXPO KEMAYORAN - Tahun 2026 menandai babak baru bagi ambisi dekarbonisasi Indonesia yang cukup berisiko: penghapusan total insentif pajak untuk mobil listrik.

Di atas kertas, kebijakan ini adalah "rem tangan" bagi pertumbuhan konsumsi. Namun, di lantai pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, raksasa asal China, BYD, justru menampilkan wajah optimisme.

Pasar kendaraan listrik (EV) Indonesia kini dipaksa berdiri di atas kaki sendiri. Tanpa subsidi atau pembebasan pajak yang sempat memanjakan pembeli di tahun-tahun sebelumnya, harga kendaraan listrik praktis kembali ke titik normal.

Kenaikan harga seharusnya berbanding lurus dengan penurunan minat. Namun, data menunjukkan bahwa BYD telah membangun benteng yang cukup kokoh sebelum badai kebijakan ini tiba.

Kuasai 50 Persen Pasar EV, BYD Tetap Optimis Walau Subsidi Mobil Listrik di 2026 Dihapus

Sepanjang 2025, BYD Indonesia mencatatkan angka penjualan fantastis sebanyak 54.100 unit.

Angka ini jadi simbol dominasi karena mencakup sekitar 52 persen dari total penjualan EV nasional. Dengan kata lain, satu dari dua mobil listrik yang terjual di Indonesia adalah produk BYD.

Read Entire Article
Prestasi | | | |